Halloween party ideas 2015

CITA-CITA PETANI DESA

FOTO: SAWAH CANCAR

Ada keinginan untuk mengubah hidup. Dari miskin ke sejahtera. Dari sejahtera ke kaya. Perubahan yang menggairahkan.

Petani di desa kami mempunyai impian yang sama. Sebagian besar ingin sejahtera. Selama ini mereka kurang sejahtera. Kalau pun ada beras sebagai penghasil terbesar, hidup mereka belumlah sejahtera. Mereka tidak bisa hidup hanya dari beras. Kalau pun nasi selalu ada, kebutuhan lain belum tentu ada.

Mereka ingin sejahtera. Ada beras dan bisa dijual. Penjualnya diharapkan mau mengetahui keadaan mereka. Petani mengandalkan beras. Jadi, hargailah jerih payah mereka. Jangan membeli dengan harga yang tak seimbang dengan usaha mereka.

Hari demi hari telah terlewati. Mimpi tinggal mimpi. Sawah mereka pelan-pelan tegrusur. Mau bangun jalan tol, gedung perkantoran, perumahan, dan lahan industri. Ada yang cemas berkepanjangan. Sawahnya dikelilingi gedung. Bagaimana bisa diairi?

Negeri ini tidak memerhatikan mereka lagi. Daripada dia sendiri saja, lebih baik sawahnya sekalian dijual. Jadilah lahan sawah itu berubah jadi lahan industri. Mereka tak memiliki apa-apa lagi. Uang hasil lahan tidak bertahan lama.

Mimpi mereka tetap ada. Namun, tidak ada lagi pijakan dasar. Mereka kini merana. Kawasan sawah yang menjadi penopang hidup dikepung perkembangan perekonomian yang kurang manusiawi. Ya mereka itu tidak dihargai sebagai petani padi. Mereka dihargai sebagai pemilik lahan yang bisa dibeli dengan harga murah. Sayang sekali impian petani tidak terwujud. Hidup jadi petani sejahtera memang hanya dalam mimpi saja.

PA, 13/3/13

Gordi

Post a Comment

Powered by Blogger.