Halloween party ideas 2015

MELEMBUTKAN HATI YANG MEMBATU; Pw S. Fransiskus dr Sales, Uskup dan Pujangga Gereja; 2Sam 7: 4-17; Mrk 4: 1-20

 


Kita tahu, air tak akan pernah menghancurkan batu yang keras. Dua benda alam ini mempunyai sifat yang berlawanan. Tapi, dalam kehidupan alam, kita tahu, batu yang terus menerus ditetesi air, pelan-pelan akan retak. Berarti air yang lembut itu terbukti bisa menghancurkan batu yang keras.

 

Batu itu kiranya terlalu keras dibanding hati kita. Namun, selembut-lembutnya hati kita, suatu saat bisa jadi keras. Jika hati kita keras, apa pun yang masuk tidak akan bertahan lama di sana. Jika yang masuk itu adalah Sabda Allah, pasti hati kita tidak bisa membuat-Nya bertahan lama hidup di sana. Sabda Allah itu memang hidup, tapi ketika dasarnya adalah batu yang keras, pasti sabda itu akan mati.

 

Demikianlah Injil hari ini mengingatkan kita untuk menjawab tawaran Sabda Allah yang akan tumbuh dalam hati kita. Kita semua ingin tanah subur sebagai persemaian Sabda itu, tapi seringkali hati kita terlalu keras. Mana mungkin Sabda itu mau tumbuh dalam tanah yang berbatu seperti ini.

 

Hati yang membatu seperti itu tidak beda dengan semak berduri. Kita mungkin hidup jauh dari semak yang berduri, tapi kesibukan harian kita kadang bisa menghimpit kehidupan spiritual kita. Kita terlalu sibuk sampai-sampai lupa membaca Kitab Suci, merenungkan Sabda Allah, dan mendengarkan Dia yang berfirman kepada kita. Kita berdalih mau mencari sesuap nasi, tanpa sadar bahwa semua itu bisa menjadi semak-semak yang berbahaya bagi kehidupan spiritual kita.

 

Kita biasanya bimbang menghadapi situasi seperti ini, maka, kita hendaknya memohon kehendak Tuhan. Seperti kita, Daud pun pernah bimbang menemukan kehendak Allah baginya. 

 

Tuhan Yesus, ambillah duri dalam semak kehidupan kami, dan angkatlah batu yang keras dalam hati kami, biarkan hati kami menjadi tanah subur bagi pertumbuhan Sabda-Mu. Hantarlah kami menuju pintu kehendak-Mu. 

 


Post a Comment

Powered by Blogger.