Halloween party ideas 2015

foto oleh Hengky Kurniawan
Hari Natal sudah lewat. Tanggal 25 Desember itulah yang teringat ketika membicarakan natal.

Semarak Natal mewarnai kehidupan umat Kristiani. Kini perayaan besar itu sudah lewat. Namun bukan berarti segalanya sudah selesai. Aura Natal masih semarak.

Sebelumnya memang amat sibuk. Menyiapkan hati dan fisik untuk menyambut pesta Natal. Setelah perayaan, kesibukan berikutnya berbeda.

Masih ada kue natal yang harus dihabiskan. Jangan disimpan lama nanti jadi basi. Kue harus habis. Lalu semua perlengkapan yang sudah terpakai, segera diberes kembali. Kandang atau gua natal masih dijaga. Sebab, massa natal belum usai. Biasanya 8 hari setelah itu baru gua itu dibongkar.

Kesibukan berikutnya adalah merapikan kartu ucapan Natal yang dikirim dari mana-mana terutama keluarga dan sahabat. Kartu itu jadi penghias rumah. Kartu itu juga jadi kenangan Natal tahun ini. Ya setiap tahun memang ada kartu.

Semoga Natal ini membawa kedamaian bagi umat manusia terutama di tengah situasi dunia yang semakin berkecamuk.

Selamat Natal…..

PA, 26/12/1
Gordi

*Pernah dimuat di blog kompasiana pada 26/12/12

foto oleh Juarez A Motyczka 
Pesan Natal bersama PGI dan KWI tahun ini mengangkat tema KASIH. Tema yang tidak asing. Semua orang tahu artinya KASIH tetapi tidak semua orang tahu berbuat KASIH. Mungkin mereka TAHU tetapi mereka TIDAK MAU.

Lalu untuk apa PGI dan KWI mengangkat tema ini? Di sini ada harapan bahwa KASIH mesti diwujudnyatakan. KASIH bukan istilah belaka tetapi tampak dalam kehidupan harian.

Sekelompok pemuda menjadi juru parkir di sekitar halaman gereja. Mereka tidak ikut misa. Mereka hanya bertugas mengatur kendaraan sehingga lalu lintas tetap lancar. Mereka memang tidak perlu ikut misa sebab mereka bukan orang Katolik atau Kristiani. Mereka adalah pemuda Muslim yang berada di sekitar gereja.

Ini contoh nyata perbuatan KASIH. Tentu boleh ditafsirkan mereka menjadi juru parkir supaya dapat uang parkir. Lumayan buat uang saku. Motif ekonomi.

Tetapi jangan hanya berpikir sampai di situ. Mereka tentunya mau melayani dengan senang hati. Ada motivasi lain selain ekonomi. Mereka merasa bisa untuk mengatur lalu lintas. Tak ada salahnya mereka membantu petugas gereja. Toh ini juga demi kelancaran lalu lintas di sekitar tempat tinggal mereka. Ini motif sosial.

Dengan menjadi tukang parkir mereka tentunya berdialog dengan umat yang datang. Maka ada dialog antar-manusia, dialog antar-umat beragama.

Dari ketiga motif si atas ada tali pengikat yakni KASIH. Kasih bukanlah istilah abstrak. KASIH bisa diwujudnyatakan.

Semoga NATal tahun ini menginspirasi banyak orang untuk bertindak KASIH. Umat Kristiani diharapkan mampu menjadi penyalur KASIH. Kalau pun situasi masyarakat tidak memungkinkan untuk bertindak KASIH, umat sebaiknya tetap mencari celah untuk mewujudnyatakan KASIH itu.

Untuk itulah pesan bersama PGI dan KWI digemakan. Tak usah pesimistis sebab KASIH bisa diwujudnyatakan.

Yesus lahir dan hadir bersama manusia di dunia utuk mewartakan KASIH. Pesan ini yang diteruskan pada kita sekarang ini.

Maka, jangan berkecil hari untuk bertindak KASIH. Berbicara lebih gampang daripada bertindak. Tetapi bertindak tanpa berbicara juga kurang bagus. Mari berbicara dengan orang sekitar. Bicaralah tentang KASIH tanpa memandang “baju” sosialnya, agamanya, statusnya, ekonominya, dan sebagainya.

KASIH menyangkut manusia dan bukan agama. Kalau pun agama mengangkat itu, itu demi manusia.

Selamat Natal……bagi umat Kristiani di mana saja berada.

PA, 25/12/12
Gordi


*Dimuat di blog kompasiana pada 25/12/12

foto oleh Bambang Subaktyo
Lalu lintas kota Yogyakarta mulai padat. Ini terlihat pada antrian di beberapa perempatan.

Hari-hari ini memang banyak mobil pariwisata masuk kota Yogyakarta. Ini awal dari hari-hari wisata liburan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa ruas jalan di sekitar perempatan Monjali dan Kentungan padat. Biasanya banyak mobil pariwisata menuju tempat wisata arah Kaliurang. Jangan heran jika jalan Kaliurang jadi padat.

Demikian juga dengan tempat wisata lain di sekitar kota Yogyakarta. Memang banyak orang luar kota masuk. Jangan heran tiket kereta api dan pesawat ke Yogya dan Jawa Tengah sudah penuh sampai akhir tahun.

Semoga petugas lalu lintas dan keamanan tetap menjaga suasana kondusif di kota budaya dan pelajar ini. Juga kota pariwisata.

Ternyata Jogja masih jadi daya tarik liburan akhir tahun. Selamat datang untuk pendatang dari luar kota. Atau warga Yogya yang tinggal di luar kota. Mari bersatu dalam keragaman.

PA, 23/12/12
Gordi

*Pernah dimuat di blog kompasiana pada 12/12/14
Powered by Blogger.