Halloween party ideas 2015


Sumber gambar di sini
Skripsi merupakan karya tulis ilmiah terakhir mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi—entah selesai atau tidak—pasti mengenal kata skripsi ini.

Ketika masuk perguruan tinggi bayangan membuat skripsi pasti sudah muncul. Saya pun ketika tahun pertama sudah membayangkan akan membuat skripsi. Apalagi beberapa teman di tingkat akhir sudah mewati-wanti untuk membaca banyak buku sejak awal kuliah sehingga tidak sulit membuat skripsi.

Meski demikian, saya baru menemukan tema skripsi pada tahun kedua kuliah. Ada banyak pilihan tentunya, sebanyak mata kuliah yang dipelajari. Pada akhirnya, hanya boleh pilih satu sebagai tema skripsi.

Setelah mendapatkan tema skripsi, saya bergegas mencari buku di perpustakaan. Ada banyak buku yang menyediakan tema yang saya pilih. Lagi-lagi saya mesti memilih satu dari yang ditawarkan. Karena saya membuat model skripsi laporan buku, maka saya harus mengecek semua skripsi di perpustakaan. Jangan-jangan buku yang saya gunakan sudah dijadikan bahan skripsi.

Model lain dalam mebuat skripsi adalah tematis. Maksudnya, kita memilih satu tema lalu sumbernya diambil dari berbagai macam referensi. Beda dengan model laporan buku di mana kita hanya menguraikan ulang pemikiran penulis buku. Keduanya tentu mempunyai kekurangan dan kelebihan.

Yang lebih penting adalah menemukan tema. Setelah tema ditemukan barulah kita memikirkan modelnya, laporan buku atau tematis. Tema yang dpilih mesti sesuai dengan minat kita. Kalau tidak, akan banyak kesulitan yang tak terpecahkan dalam penyelesaiannya nanti. Sebaliknya, jika tema itu sesuai minat, kesulitan apa pun yang dihadapi pasti akan kita selesaikan dengan usaha keras.

Model skripsi yang saya tulis di sini adalah model yang digunakan di kampus kami. Tentu ada model lain—tetapi di luar kampus kami—seperti laporan penelitian lapangan misalnya. Model ini juga menarik untuk dikaji. Seorang teman saya pernah bercerita tentang suka-dukanya bertemu narasumber yang akan diwawancarai. Ada penolakan, pengabaian, penundaan, dan pe pe lainnya yang mebuatnya hampir putus asa. Di sinilah kesabaran ditempa.

Selain menemukan tema, hal penting lainnya dalam membuat skripsi menurut saya adalah kemauan yang kuat untuk menyelesaikannya. Tantangan adalah refren yang selalu muncul di setiap model skripsi. Jadi, jangan menganggap model laporan lapangan atau laporan buku lebih sulit dari tematis. Seperti sudah dikatakan, setiap model mempunyai kekurangan dan kelebihan. Akhirnya, selamat membuat skripsi bagi teman-tema mahasiswi/a. Saya sedang menyelesaikan skripsi saat menulis seri pertama dari Serial Kiat Sukses Menulis Skripsi ini. Ini sekadar bagi-bagi pengalaman. Hal lain seputar tema-tema tentang penyelesaian skripsi akan saya bahas pada bagian berikutnya. Salam, 10/3/2012 Gordi Afri.***

Post a Comment

Powered by Blogger.