Halloween party ideas 2015

foto, shutterstock
Masih melanjutkan perbincangan dengan sabahat Budha-Jepang. Dia tinggal di kota Milan, Italia. Datang di kota Parma dan menjadi pembicara dalam seminar tentang keluarga dalam sudut pandang agama. Dia berbicara dari situasi keluarganya di Jepang. Anak seorang pemuka agama Budha. Punya tempat ibadat (temple-ing atau tempio-ita). Ajaran agama Budha, katanya, menekankan penghormatan kepada segala sesuatu termasuk kepada agama lain selain Budha. Sejak kecil, orang tuanya mengajarkan untuk tidak membenci agama lain. Jangan menjelekkan agama lain. Anggaplah agama lain-sambungnya-seperti sehelai daun bunga yang tidak boleh kamu petik.

Menghormati agama lain kiranya bukan saja ajaran Budha. Di setiap agama, ajaran ini menjadi salah satu penekanan utama. Menjadi miris ketika melihat aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama. Ajaran jangan membenci agama lain lenyap seketika, ketika kelompok tertentu menuding penganut agama lain sebagai musuh, kafir, biang kekacuan, dan sebagainya. Agama di sini menjadi dusta oleh penganutnya. Agama sebagai lembaga sosial menjadi alat untuk merusak tatanan sosial. Agama sebagai lembaga sakral menjadi pedang untuk membunuh kesakralan agama lain.

Saya iba dengan sahabat saya ini. Bertemu teman Katolik, masuk gereja, dia tetap berpegang pada nasihat orang tuanya sejak kecil. Bertemu teman ateis pun, dia tetap menghormatinya. "Saya tidak mempersoalkan dia ateis atau percaya pada Tuhan", katanya. Dia tidak mempersoalkan mengapa tidak percaya. Sekadar bertanya dan memberi hormat pada temannya.

Sahabat ini memberi pelajaran berharga bagi kita semua. Hormat kepada orang lain termasuk agamanya kiranya digemakan sejak kecil. Kelak saat besar, ajaran itu tetap menggema. Tentu ada yang bisa saja beruba saat masa remaja dan dewasa. Dipengaruhi kelompok lain, jadilah pembelot. Masuk kelompok pembenci agama lain.

Ajaran sahabat saya ini kiranya perlu dan terus digemakan. Kelihatan sederhana tetapi nilainya tidak sederhana. Kadang-kadang mudah berbicara tentang menghormati agama lain tetapi praktiknya tidak sesuai. Terima kasih sahabat. Engkau memberi pelajaran berharga bagiku. Kiranya bagi sahabat-sahabatku juga. Dari Budha kiranya menjalar ke agama lain.

Sahabat memang bisa jadi musuh Tapi musuh kiranya jangan jadi musuh alami Musuh mesti dirangkul agar jadi sahabat Salam saling bersahabat dan jangan saling memusuhi

PRM, 13/2/15
Gordi

Post a Comment

Powered by Blogger.