Halloween party ideas 2015

Saya baru saja menemui seseorang di sebuah kantor. Seperti di kantor lain, kantor ini pun memiliki petugas untuk melayani pengunjung. Sebelum sampai di kantor, saya melewati beberapa pos. Mulai dari pos satuan pengaman (satpam), pos parkir, pos pintu masuk, dan terakhir di ruang tunggu. Keamanan menjadi barang mahal dengan ketatnya pemeriksaan di tiap pos. Di pintu masuk, saya diintai petugaspos pengaman namun petugas tidak menghentikan saya. Padahal saya sedikit berpenampilan seperti wajah baru. Di pos parkir juga demikian. Petugas membetulkan sepeda motor lalu mempersilakan saya menuju pos berikutnya.


Situasi demikian menggambarkan betapa kantor itu menjadi bank kecurigaan demi keamanan. Di sana ada petugas yang mengintai setiap pengunjung. Entah pengunjung pembawa sial atau pembawa berkat. Memang, ini yang berlaku di tiap tempat umum dan tempat ramai di kota besar seperti Jakarta. Sebab, pencuri datang saat pemilik kantor tidak sadar. Pendobelan berlipat-ganda seperti ini memungkinkan suasana nyaman bagi pengunjung, petugas kantor, dan pemilik kantor. Melewati beberapa pos pengaman tanpa halangan berarti tamu itu tidak membawa sial. Namun, kadang-kadang juga sang tamu lolos dari pemeriksaan petugas di tiap pos. Maka, semua yang ada di kawasan kantor mana pun selalu waspada.


Saya disambut oleh petugas di kantor. Dengan senyum manis dan nada ramah menyapa saya. Saya membalasnya dengan senyuman juga dan menyampaikan maksud kedatangan saya. Dia dengan ramah pula mempersilakan saya duduk sebentar di ruang tunggu sementara dia mencari pegawai bersangkutan. Saya duduk di kursi empuk. Ruang tunggu itu bersih, rapi, dan segar. Saya hanya bisa terkagum dengan suasana seperti ini.


Senyum manis dan keramahan pegawai tadi masih tersimpan kuat dalam memori saya. Penampilannya rapi dan menarik. Saya kira para tamu yang berkunjung merasa senang, tersapa, dan nyaman di tempat ini. Andai semua orang bisa senyum dan ramah seperti ini, suasana dunia ini menjadi seperti apa. Andai para pengunjung mampu menularkan benih senyuman dan keramahan itu, berapa banyak orang yang saling menyapa, saling memberi senyum, dan berlaku ramah bagi sesamanya????


Dunia akan damai, tanpa konflik, peperangan, perselisihan, perebutan kekuasaan, pembunuhan, pemerasan, dll. Bagi saya senyum dan keramahan tadi menjadi nilai berharga yang harus ditularkan ke orang lain. Memberi senyum dan berlaku ramah di kota Jakarta tidak mudah. Di jalan raya saja para pengguna jalan saling berebut jalan karena tidak tahan macet. Belum lagi suhu panas yang menghantam siapa saja yang lewat di jalan. Hanya pengguna kendaraan pribadi yang sedikit mengalami panasnya terik matahari.




Terima kasih atas senyum dan ramah yang boleh saya lihat di pagi ini. Terima kasih Tuhan, Engkau masih mengirimkan utusanmu untuk menebarkan keramahan dan senyum manis bagi kami manusia di dunia ini. Inilah anugerah dan berkat Tuhan bagi saya di pagi ini.


10/5/2010
Salam
Gordy Afri

Post a Comment

Powered by Blogger.