Halloween party ideas 2015



Ini pengalaman unik. Karena saya baru mengalaminya. Terkesan dan amat menyentuh.

Jumat kemarin, 22/2/13, saya mengikuti Ibadat Jalan Salib di Gereja Katolik Keluarga Kudus, Banteng, Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Ibadat Jalan Salib merupakan sebuah ibadat dalam gereja Katolik untuk mengenangkan perjalanan Yesus membawa salib ke Golgota. Ibadat ini dibuat pada masa Prapaskah. Masa di mana umat Katolik menyiapkan diri menyongsong perayaan Paskah. Masa ini berlangsung lebih kurang 40 hari.

Ibadat Jalan Salib biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat. Jadi, Jumat kemarin menjadi hari Jalan Salib kedua. Jalan salib pertama pada 12/2/13.

Saya duduk di bagian belakang dekat dengan pintu. Di samping kanan saya ada teman cowok. Mereka datang lebih dulu. Mereka memiliki buku panduan Jalan Salib dan juga lembaran lagu.

Di sebelah kiri saya ada Ibu. Lengkap dengan buku Ibadat Jalan Salib. Saya tidak membawa buku. Saya mengira ada buku di gereja. Ternyata persediaannya habis. Saya datang dan tidak ada buku di kotak dekat pintu depan.

Jalan Salib dimulai pukul 17.00. 15 menit sebelumnya saya tiba di gereja. Ada waktu untuk hening sejenak. Jalan salib pun mulai. Baru saja perhentian kedua, saya mulai keingat. Suhu dalam gereja mulai panas. Kipas belum dinyalakan. Saya keringatan.

Saya meminjam lembaran lagu dari teman sebelah kiri. Dia memberikan. Saya memakainya sebagai kipas. Untung ada lembaran ini. Meski keringat masih mengucur. Keringat berkurang pelan-pelan. Tetapi sudah ada yang jatuh di lantai. Keringat berhenti total setelah kipas dinyalakan. Bukan hanya saya yang keringatan. Tetapi karena saya orangnya berkeringat, keringat saya cukup banyak.

Sementara itu, ibu di sebelah kanan saya membagikan bukunya untuk saya baca. Kami membaca bersama buku ibadat Jalan Salib itu. Dia memiringkan sedikit posisi buku agar saya bisa membaca. Dari perhentian pertama hingga perhentian 14. Saya salut dengan ibu ini.

Dua pengalaman ini menyadarkan saya akan indahnya berbagi. Berbagi hal kecil saja sudah sebuah anugerah. Andai tidak ada lembaran lagu, andai tidak ada buku ibadat, boleh jadi saya hanya ikut-ikutan saja. Dengan berbagi saya bisa mengikuti Ibadat dengan baik.

Terima kasih teman
Terima kasih ibu
Jasa kalian amat besar
Kalian mengajarkan indahnya berbagi
Yesus, ambillah hatiku
Agar tergugah untuk berbagi pada sesama
Jauhkan dari pikiranku
Segala penghalang
Agar saya bisa berbagi
Apa yang saya miliki.

PA, 23/2/13
Gordi

Tulisan Sebelumnya: Pertemuan di Wilayah Gejayan-Yogyakarta

Post a Comment

Powered by Blogger.