Halloween party ideas 2015

Pengalaman jadi bermakna ketika kita mau membagikannya (share) pada sahabat dan kenalan.

Demikian status saya di fb pagi ini. Saya membagikan pengalaman saya pada sahabat saya pagi ini. Mereka meminta saya untuk bercerita. Saya bersedia. Saat persiapan sya melihat ulang perjalanan hidup saya. Saat itulah saya menemukan makna tersembunyi dalam pengalaman itu.

Menemukan makna ini menjadi tugas saya selanjutnya. Dalam setiap pengalaman ada hikmahnya. Pengalaman yang dipandang jelek pun tetap bermakna. Inilah yang kadang-kadang saya lupakan. Saya hanya ingin membagikan pengalaman baik saja. Padahal dari pengalaman jelek pun bias menarik hikmah tertentu.

Saya tergoda untuk membagikan yang baik karena ada motif tertentu. Saya ingin dipandang orang baik. Ingin menjadi orang yang dipandang. Padahal sebaik-baiknya sesdeorang ada juga jeleknya. Ada juga jahatnya. Itulah sebabnya pagi ini saya bagikan juga pengalaman jelek saya. bukan untuk ditiru tetapi untuk menemukan hikmah di baliknya.

Saya menjadi diri saya ketika saya membagikan yang baik dan yang jelek dari diri saya. Kalau hanya yang baik saja-yang jadi kecenderungan saya-itu belumlah diri saya sepenuhnya. Diri saya sepenuhnya ada dalam yang jahat dan yang baik. Maka, jangan takut membagikan pengalaman yang baik dan yang jahat.
Asal saja kita memerhatikan cara menyampaikannya. Jangan sampai yang kita sampaikan justru mengajak pendengar untuk meniru yang jahat. Kalau meniru yang baik tentu saja tidak masalah. Bahkan dianjurkan untuk meniru yang baik. Tetapi yang lebih cocok kiranya menjadi diri sendiri. Boleh meniru yang baik dari orang lain asal kita tidak kehilangan jati diri. Biarlah yang baik dari orang itu kita jadikan contoh saja. Kita bias berbuat baik sesuai cara kita sendiri.

Sekian saja pengalaman pagi ini. Selamat beraktivitas.

CPR, 19/5/13

Gordi

Post a Comment

Powered by Blogger.