Halloween party ideas 2015



Orang Papua terkenal dengan kepiawaiannya dalam sepak bola. Sebut saja nama yang ada di timnas, Tibo, Oktavianus, Patrich, Boas, dan sebagainya. Mereka hebat mengoceh bola, mengharumkan nama Indonesia.

Karena kehebatan itu, nama Papua selalu muncul di Media. Televisi, koran, radio, internet, dan sebagainya. Apalagi perusahaan asal Amerika Freeport ada di tanah Papua. Nama Papua sampai di Amerika.

Di balik munculnya nama Papua karena hebat, nama Papua juga muncul karena konflik. Bentrokan selalu terdengar dari seantero Papua. Ada polisi, TNI, warga sipil, buruh, tenaga kerja, yang jadi korban.

Pertanyaannya, ada apa dengan Papua? Ada kelompok yang meminta presiden dan pemerintah untuk datang ke Papua. Melihat langsung kehidupan rakyat Papua. Tetapi kadang-kadang pemerintah berkomentar saja dari Jakarta. Jarak Papua-Jakarta jauh. Butuh berapa jam agar sampai di sana.

Tak heran jika ada bentrokan, Jakarta hanya berjanji kirim aparat keamanan dan tidak ada janji akan dikunjungi. Agak aneh sebenarnya logika pemerintah. Jika mengacu pada hukum lama, kekerasan dibalas dengan kekerasan, gigi ganti gigi, solusi pemerintah ini cocok.

Namun, sekarang, hukum lama itu sudah ketinggalan zaman. Tidak ada lagi hukum seperti itu. Maka, bukankah solusi pemerintah selama ini, mengirim TNI ke Tanah Papua ketinggalan zaman? Ada juga buktinya. Bentrokan tetap berjalan. Memang demikian, bentrokan kok dipecahkan dengan mengirim aparat keamanan.

Aparat kemanan kadang-kadang tidak sesuai namanya. Namanya kemanan alias penjaga keamanan. Tetapi nyatanya, tidak aman. Malah mengganggu kemanan warga sipil. Jadi, untuk apa solusi pengiriman TNI ke Tanah Papua?

Yang luput dari perhatian media adalah akar bentrokan di Tanah Papua. Media massa hanya memberitakan jumlah korban tewas dan dari pihak mana korban itu. Belum ada ulasan terperinci mengenai akar konflik.

Mengapa orang Papua suka bentrok? Pertanyaan ini belum dijawab dengan baik. Jika ada yang tidak puas, di pihak mana ketidakpuasan itu? Ataukah ada konflik asli antara suku di Tanah Papua?

Kalau akar-akar konflik ini dicari, itulah yang perlu diselesaikan. Kalau tidak, ya kembali lagi, seolah-olah masalahnya adalah ketidaknyamanan. Sehingga, yang dikirim untuk memecahkan masalah adalah aparat keamanan, TNI.

Ini opini sore dari orang yang prihatin dengan Papua. Papua sebenarnya kaya wisata alam, kaya bakat olahraga, kaya tanaman laut yang indah. Namun, semua ini ternoda oleh bentrokan berkepanjangan.

PA, 27/2/13

Gordi

Post a Comment

Powered by Blogger.