Halloween party ideas 2015


Malam Minggu yang lalu saya berkunjung ke Seminari Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Ini sekolah untuk para calon imam Katolik. Namanya Seminari. Berasal dari bahasa Latin yang artinya kira-kira tempat persemaian. Memang siswa di sini adalah mereka yang mau menjadi bibit-semai. Mereka dibina khusus untuk menjadi pemimpin dalam Gereja Katolik.

Saya berangkat bersama sahabat saya. Kami berangkat malam dari Yogyakarta. Kami menginap karena esok paginya mau mengikuti misa pagi di seminari.

Di sana saya bertemu teman saya. Dia tinggal di sini untuk mendampingi siswa-siswa yang ada di situ. Dia menjadi tukang semai.

Saya gembira bertemu dengannya. Mula-mula tidak ada pemberitahuan dan kabar angin. Saya hanya tahu dia ada di sana. Begitu kami tiba, bertemu penerima tamu, saya memberitahukan kepadanya untuk memanggil teman saya. Teman saya datang dan menemui saya.

Malam itu kami berbagi cerita. Suka duka sebagai pendidik. Saya hanya mendengar kemudian sedikit memberi respons. Pertanyaan dari saya cukup banyak. Ini karena saya mau mengetahui banyak hal dari sekolah ini.

Cerita demi cerita diungkapkan. Lama-lama kami bukan saja memberi tahu soal sekolah ini. Tetapi juga menjelaskan orang-orang yang ada di sekolah ini. Dari sini mengalirlah banyak cerita lagi. Saya senang bertemu teman ini. Dia ramah. Dia mau menemani kami dan mengantar kami keliling kompleks sekolah ini. Saya jadi tahu pergulatannya.

Terakhir, dia mengatakan kepada saya, terima kasih atas kunjungannya. Saya jadi semangat lagi menjadi pendidik. Saya jadi ada tenaga baru untuk melanjutkan petualangan. Kami memang saling mendukung sebagai pendidik yang memberi seluruh tenaga untuk anak didik. Kami mau jadi teman seperjalanan.

Ungkapan senang bertemu dan senang atas kunjungan Anda menjadi kata-kata yang saya pegang. Ternyata kedatangan saya membawa kegembiraan bagi teman saya. Andai setiap hari saya membahagiakan orang-orang di sekitarku bukankah lebih banyak kegembiraan yang ditaburkan di dunia ini? Andai semua anak didik kami ditulari kegembiraan ini bukankah kami menabur lebih banyak benih kegembiraan?

Selamat bergembira kawan. Selamat membagi inspirasi baru. Salam persaudaraan.

PA, 14/11/12
Gordi Afri

Post a Comment

Powered by Blogger.