Halloween party ideas 2015

ilustrasi, di sini

Hujan tadi sore memberi pelajaran penting bagi saya. Pelajaran yang mengandung nilai pengorbanan.

Betapa tidak, hujan itu membuat rencana saya gagal. Namun saya mencoba cari akal. Akhirnya rencana saya hanya tertunda saja.

Saya mau ke gereja untuk ikut ibadat Jumat Agung pada pukul 3 sore. Sebelum jam 3 saya harus berangkat. Demikian rencananya. Apa yang terjadi? Sebelum jam 2 hujan mulai turun.

Saya berniat membatalkan rencana itu. Hujan pun makin menjadi-jadi. Gagal total, gumamku dalam hati. Saya istirahat saja. Tidak jadi ke gereja.

Saat bangun, saya membuat rencana lagi. Mau ikut ibadat yang jam 6 sore. Masih banyak waktu untuk siap-siap. Ini rencana yang pasti sukses.

Saya mandi dan siap-siap. Rupanya mulai gelap. Saya tak gentar. Pergi saja, toh belum turun hujan. Demikian tekad-laskar saya.

Masuk di parkiran gereja, gerimis mulai beraksi. Saya bergegas masuk. Sekitar 5 menit duduk di bangku, hujan turun. Woaoa....saya beruntung. Sayang sekali untuk umat yang sedang dalam perjalanan. Masih ada 35 menit lagi bagi umat.

Umat pun berdatangan. Menerobos hujan. Inikah bentuk pengorbanan umat?

Boleh jadi demikain. Seperti saya yang berani melampaui suasana gelap tadi, kawan-kawan saya ini berani menerobos hujan, demi ibadat Jumat Agung.

Hujan ini sebagai halangan atau ujian? Bagi orang tertentu hujan ini halangan. Bagaimana ke gereja jika hujan tak kunjung reda?

Namun, bagi yang lain, hujan ini sebagai ujian. Maukah saya mengikuti ibadat meski dihalang hujan? Soal kemauan saja. Dan, bagi yang tetap datang ke gereja, ini adalah bentuk pengorbanan.

Terima kasih Tuhan, hujan ini ternyata memberi pelajaran bagi kami, umat-Mu.

PA, 29/3/13
Gordi


Post a Comment

Powered by Blogger.