Halloween party ideas 2015


Negara ini makin rapuh. Negara Indonesia. Mungkin hanya sebagian saja. Tidak seluruhnya. Tetapi, dari yang sebagaian itu, bisa disimpulkan negara ini rapuh. Orang luar negeri yang membaca berita Indonesia akan geleng-geleng kepala. Dalam hati, dalam pikiran, mereka mencap indonesia makin rapuh.

Boleh jadi sebagian daerah luput dari perhatian media. Syukur kalau di situ tidak ada kejadian yang mengkhawatirkan. Kalau ada, betapa rapuhnya negeri ini.

Manusia di Indonesia makin tidak memiliki nilainya. Paling tidak di daerah jabodetabek, manusia dicincang, dimutilasi, dianiaya, diperlakukan tidak adil, dan sebagainya. Martabatnya sebagai manusia diinjak. Tak ada nilainya lagi. Ada yang dibunuh lalu jasadnya dibuang begitu saja di sungai, pinggir jalan, kotak sampah, dan sebagainya. Mau jadi apa negara ini?

Dalam peristiwa itu, masih ada manusia Indonesia yang merindukan Indonesia yang damai dan menjunjung tinggi hak hidup warganya. Tidak ada lagi yang bisa dibanggakan selain rasa optimis bahwa suatu saat negara ini terbebas dari kerapuhannya. Kalau pun masih rapuh, janganlah sampai kerapuhan itu tampak di atas permukaan.

Saya menjadi miris melihat kejadian yang membutakan pandangan bahwa manusia itu begitu mulia. Manusia tidak beda dengan binatang yang dicincang, dipotong-potong untuk dimakan. Betapa rapuhnya naluri pelaku.
Aparat keamanan tidak mampu mengatasi hal ini. Jumlah mereka tidak seberapa. Kekuatan mereka tidak seberapa. Warga makin licik dan lihai melakukan aksinya. Boro-boro mengamankan warga, antara sesama pihak keamanan saja tidak bersekutu. Tentara melawan polisi, polisi melawan tentara.

Musuh keamanan bukan lagi dari pihak luar. Musuh itu ada dalam institusi keamanan. Kalau yang dalam saja belum aman, bagaimana mengamankan yang luar?

Indonesia nasibmu kini.
Banyak wargamu meratapi keadaan negara ini.
Namun kami tak tahu ke mana kami mengadu.
Kekuatan dan kelemahan ada pada kami.
Kami tahu kami sendiri yang bisa mengatasi keadaan ini.
Tetapi kami tidak bisa memastikan kapan kami bersama-sama berniat mengakhiri keadaan yang merapuhkan ini.

Selamat pagi. Salam optimistis.

PA, 8/3/13

Gordi

Post a Comment

Powered by Blogger.