Halloween party ideas 2015

gambar dari google
Banyak orang menyanjung ibu hari ini. Ini karena hari Ibu. Kalau tidak kaum ibu hanya di belakang layar saja. 

Saaya terharu pada hari ini. Banyak ucapan melalui sms dan telepon menyinggung soal hari Ibu. Tadi pagi saya dapat kiriman beberapa pesan singkat di hp. Saya juga tak lupa mengucap selamat untuk ibu yang melayani kami di rumah.

Hari ini sosok ibu betul-betul dibanggakan, dibicarakan, disanjung, dan sebagainya. Memang ini kesempatan emas untuk meninggikan ibu. Tak ada salahnya. Toh ibu punya jasa besar. Tak ada bandingan dengan jasa mana pun.

Tetapi perayaan hari ini justru seremonial belaka. Sebab, setelah hari ini, ibu tidak ditinggikan lagi. Peran ibu memang banyak di belakang layar. Yang kerap tampil adalah kaum bapak dan anak lelaki.

Meski beberapa ibu sudah menjabat posisi tinggi di negeri ini, tetap saja, kesejahteraan kaum ibu kurang diperhatikan. Lihatlah di desa. Ibu melahirkan tanpa pertolongan bidan dan pihak medis lainnya. Di kota banyak ibu jadi korban kekerasan dalam rumah tangga. Masih banyak kasus lain di mana ibu diinjak martabatnya.

Bolehlah menyanjung dan meninggikan sosok ibu. Hanya saja jangan hanya pada hari ibu. Sanjunglah dan hormatilah sosok ibu kapan dan di mana saja.

Selamat hari ibu…..

PA, 22/12/12
Gordi

*Pernah dimuat di blog kompasiana pada 22/12/12

foto ilustrasi oleh Red Frame OmaQ.org
Hari ini diperingati sebagai hari ibu. Hari di mana setiap orang mengingat jasa ibu.

Semalam keponakan saya mengirim pesan. Dia menghargai dan menghormati jasa ibunya. Kalaimat terakhirnya adalah…Ibu jasamu besar, tak bisa dibalas dengan apa pun. Ini berarti jasa ibu besar sekali. Memang setiap orang merasa jasa ibu paling besar dari semua jasa yang ia terima.

Saya teringat akan teman-teman di panti asuhan. Tahun 2005-06 yang lalu, saya tinggal di panti asuhan di daerah Boro, Kulon Progo, Yogyakarta. Di sana ada panti asuhan yang dikelola oleh bruder FIC. Anak-anaknya beragam, datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada Papua, Timor Leste, Timor Barat, NTT, Kalimantan, Sumatera, dan Jawa.

Mereka tinggal di panti karena orang tua mereka tidak mampu mendidik dan membesarkan mereka. Tetapi pada umumnya mereka ini anak yang kehilangan orang tua. Orang tuanya bercerai atau juga meninggal. Beberapa di antaranya adalah korban perang di Timor Leste.

Saya mengingat mereka pada perayaan hari Ibu ini. Mereka tanpa ibu kandung. Mereka tidak merasakan kasih sayang ibu kandung. Di panti mereka diasuh oleh ibu asrama. Dengan ibu ini mereka sering bercengkerama layaknya ibu sendiri.

Tampak sekali bahwa mereka mendambakan bahkan memerlukan atau haus perhatian seorang ibu. Meski ibu asrama sudah memberi perhatian pada mereka, tetap saja, mereka kehausan perhatian. Sebab, tak mungkin ibu asrama memberikan sebagian besar perhatiannya untuk semua anak asuh. Paling-paling mereka dapat perhatian yang setara dengan sebagian dari yang mereka perlukan.

Meski demikian, kehadiran ibu asuh di panti membantu anak asuh. Dari ibu ini mereka mencicipi perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Perhatian dan kasih sayang seorang ibu penting bagi seorang anak. Dengan kasih dan perhatian itu, seorang anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik.

Salam hormatku untuk teman-teman di panti asuhan. Semoga ibu dan bapak asuh bisa memberikan perhatian dan kasih sayang untuk kalian semua. Terima kasih untuk ibu dan bapak yang menggantikan posisi ibu kandung di asrama. Jasa kalian besar untuk anak didik di panti asuhan. Semoga teman-teman panti merasa cukup atas perhatian dan kasih sayang diberikan oelh ibu-bapak-pendamping serta pengelola panti asuhan.

Dan, salamku untuk semua ibu terutama ibu saya di rumah yang telah membesarkan kami anak-anakmu. Jasa kalian besar. Perhatian pertama dan utama sewaktu kami menjadi bayi datang dari kalian. Pelukan hangat, dan air susu yang kalian berikan sungguh menanamkan perhatian besar pada kami.

Selamat hari ibu.

PA, 22/12/12
Gordi

*Pernah dimuat di blog kompasiana apda 22/12/12

foto ilustrasi oleh POJOK BUKU
Isu kiamat menarik perhatian kita akhir-akhir ini. Sejak 12/12/2012 yang lalu isu ini menyedot perhatian.

Kiamat yang juga berarti akhir dunia menjadi isu hangat. Tak jarang persiapan menuju ke sana dibuat.

Ada yang menyiapkan peralatan untuk menghindari bahaya kiamat. Dengan kata lain mau selamat. Kalau kiamat terjadi bisakah ia selamat? Kalau dunia akan hancur bisakah dia selamat? Belum tentu. Kalau dunia kiamat itu berarti semua isinya kiamat pula.

Tetapi, namanya isu mesti ditanggapai dengan isu juga. Langkah praktis ya membuat peralatan yang bisa tahan dari serangan mana saja. Tentu kekuatan alat itu tidak bisa diprediksi seperti kekuatan bahaya kiamat.

Tetapi akankah menjadi nyata isu kiamat itu? Kita pakai kata ramalan untuk isu itu. Ramalan sifatnya tak tentu. Wong meramal, mereka-reka, menduga-duga. Kenyataannya bisa lain. Sebab, ramalan itu bisa meleset juga.

Paling tidak beberapa ramalan sebelumnya terbukti meleset. Isu kiamat muncul akhir tahun 1999. Ada ramalan tanggal 1/1/2000 dunia berakhir. Kiamat. Namun, sampai kini dunia masih ada. Kiamat yang diisukan tidak terjadi.

Isu itu muncul lagi di tahun 2012. Tanggal 12/12/12, tanggal cantik. Deretan 3 kelompok angka 12. Yang terakhir ditambah 20 di depannya. Tanggal itu sudah lewat dan dunia belum kiamat.

Karena gagal, muncul lagi isu lain. Tanggal 20/12/2012. Tanggal cantik juga. Perpaduan angka 20 yang diikuti angka 12. Tanggal itu adalah tanggal kemarin. Nyatanya tidak ada. Kemarin sudah lewat.

Ramalan berikutnya hari ini 21/12/12. Ini juga sedikit cantik. Ada angka 12 di dua kelompok pertama. Kita tidak tahu apakah hari ini akan datang kiamat?

Yang jelas sudah lewat setengah hari, dan dunia masih ada. Kalau sampai nanti malam, dunia tetap ada, isu kiamat itu hanya ramalan belaka. Ramalan yang meleset.

Perlukah kita takut dengan ramalan kiamat itu? Tidak perlu. Sebab, ramalan sebelumnya meleset. Jadi tak perlu takut. Jangan mudah terprovokasi dengan isu kiamat.

Yang terpenting adalah kita tetap mengisi hari-hari hidup kita dengan aktivitas. Jangan sesekali terganggu dengan ramalan kiamat. Lebih baik kita tetap beraktivitas daripada menunggu datangnya tanggal ramalan itu.

Meramal boleh saja. Hanya meramal. Sebab, kiamat yang diisukan tidak ada yang tahu. Kitab kuno pernahmenulis bahwa tak satu pun yang tahu, kapan datangnya akhir zaman itu. Jadi tak perlu cemas berlebihan. Tak perlu membuat peralatan yang bisa bertahan dari serangan mana saja.

PA, 21/12/12
Gordi


*Pernah dimuat di blog kompasiana apda 21/12/12
Powered by Blogger.