Halloween party ideas 2015

gambar dari google www.merdeka.com
Banjir menjadi bahaya yang sering melanda warga Indonesia. Di berbagai daerah warga mengalami bencana ini. Menjadi aneh karena banjir terjadi bukan hanya dikota tetapi juga di daerah. Mengapa semua ini terjadi? 

Banjir menjadi tanda sekaligus rambu bahwa alam Indonesia sudah rusak parah. Kita mulai dengan banjir di Jakarta. Penyebabnya di sini banyak. Yang jelas terlihat adalah masalah sampah. Sampah menyumbat semua saluran air. Juga tanah yang dilapisi beton dan semen.

Selain itu banjir di Jakrta disebabkan oleh tidak adanya resapan air di daerah puncak. Air dari puncak mengalir tanpa meresap di tanah. Di puncak tanah resapan berkurang. Di mana-mana ada semen dan beton. Vila, penginapan, dan hotel dibangun di mana-mana.
Banjir bukan hanya di Jakarta. KOMPAS hari ini mewartakan banjir di beberapa kota.
Paling tidak di empat pulau. Jawa di Bojonegoro, Jawa Timur, Kalimantan di Jalan Trans-Kalimantan, Sumatera di Aceh dan Sulawesi di Makasar. Empat daerah ini berada di 4 dari 5 pulau besar di Indonesia.

Saya kira sudah cukup bukti untuk mengatakan alam Indonesia sudah rusak parah. Kita belum bicara soal alam di bawah laut. Tetapi di darat kita sudah lihat dengan mata kepala sendiri.

Tambang minyak bumi dan batu bara serta perusahaan kelapa sawit masih menyebar di mana-mana. Kita tidak terlalu berani mengatakan bahwa beberapa hal ini menajdi penyebab rusaknya alam. Tetapi dari hasilnya kita sudah melihat. Bekas daerah tambang menyisakan lobang menganga yang tak bisa digunakan lagi.

Jadi, tunggu bukti apa lagi untuk menanggulangi bahaya rusaknya alam Indonesia? Kita semua terpanggil untuk menjaga alam ini. Rasanya terlambat untuk melempar kesalahan kepada para pengusaha tambang dan kelapa sawit.

Yang mendesak sekarang ini adalah bagaimana kita menjaga alam kita. Yanggersang ditanami seuatu. Yang masih bisa ditanam kita tanam dengan berbagai jenis pohon. Yang longsor kita tanam dengan pohon penyangga. Yangtersumbat kita lancarkan. Mari bersatu menjaga alam Indonesia.

PA, 4/1/13
Gordi

Banjir: Tanda Rusaknya Alam Indonesia

gambar dari google www.republika.co.id
Pemerkosa! Kata yang sering muncul di media massa akhir-akhir ini. Pemerkosaanmemang marak terjadi. 

Dalam negeri juga luar negeri. India adalah salah satu negara yang terkenal dengan kasus pemerkosaan. Entah mungkin ada negara lain tetapi India sudah terkenal. Boleh jadi di tempat lain banyak juga tetapi media belum melaporkan.

Pemerkosa di India itu keterlaluan. Jumlahnya lebih dari satu. Bayangkan betapa menderitanya korban perkosaan mereka. Mahasiswi kedokteran. Bukan hanya diperkosa, mahasiswi ini juga diancam digilas bus. Apa yang dicari para pemerkosa itu?
Pemuasan nafsu seksuksual? Harta? Ataukah ada dendam kesumat?

Mengikuti perkembangan beritanya, kasus ini berkategori kriminal. Boleh jadi ada alasan lain selain hanya mau memerkosa dan mengambil harta benda korban. Seburuk itukah pengamanan di India?

Sebenarnya bukan hanya di India. Kasus pemerkosaan bisa terjadi di mana saja.Kapan saja. Oleh karena itu, setiap orang perlu waspada.

Korban paling banyak adalah kaum hawa. Banyak tips yang ada untuk menghindari kasus seperti ini. Tinggal saja pilih yang sesuai. Perlu kenal situasi dan kondisi. Sebab, satu jurus tak mungkin berlaku untuk semua.

Tetapi pesan untuk kaum adam adalah jangan jadi pemerkosa. Sekali jadi pemerkosa, akan ketagihan untuk melakukan hal yang sama. Setelah itu, siap-siaplah masuk penjara. Atau kena hukuman yang setimpal. Kalau pihak korban menuntut untuk dihukum mati, siap-siaplah. Segala bentuk kejahatan ada hukumannya.

PA, 3/1/13
Gordi

Hukuman Mati Untuk Pemerkosa?



gambar dari https://www.teraspelangi1991.blogspot.com
Andai aku boleh berontak pada Tuhan
Aku akan berontak 
Aku marah Tuhan
Mengapa hujan ini turun terus
Tidakkah Engkau tahu kami mau pulang ke rumah?

Kami tidak punya mobil seperti orang kaya
Kami hanya punya sepeda motor
Kami basah jika hujan tak henti
Kalau kami punya mobil kami tidak basah.

Tuhan hentikan hujan ini
Kami mau pulang
Ataukah Engkau menyiksa kami?

Kami memang tak pernah puas dengan pemberian-Mu
Waktu kemarau kami minta hujan
Waktu turun hujan kami minta musim kering.

Ada-ada saja permintaan kami
Kami kadang-kadang manja pada-Mu Tuhan.

Bantulah kami Tuhan memaknai pemberian-Mu.
Buatlah kami merasa puas dan cukup dengan apa yang ada.

PA, 2/1/13
Gordi

Powered by Blogger.