Halloween party ideas 2015

foto oleh Palgunadi
Pria itu keluar dari kursi pengemudi. Dia turun dan berdiri di pembatas jalan. Lalu dia menyalakan rokoknya sambil menikmati suasana malam itu. 

Dia itu sopir bis malam yang kami tumpangi dari Yogyakarta kemarin malam. Saya menengok ke samping, ternyata hanya saya saja yang bangun. Penumpang lainnya masih terlelap dalam balutan selimut. Jarum jam menunjukkan pukul 3 dini hari. Waktu yang baik untuk istirahat. Sayangnya masih dalam perjalanan jadi istirahatnya terganggu.

Beginilah kehidupan para sopir bis malam. Siang jadi malam, malam jadi siang. Kebetulan saja saya bangun waktu itu. Saya jadi tahu beginilah perjuangan mereka untuk melayani para penumpang.

Malam itu, jalur pantura (pantai utara) sedang macet. Kemungkinan di beberapa bagian jalan terjadi kecelakaan atau sedang ada perbaikan. Sistem buka-tutup pun berlaku.

Setelah waktunya untuk menggerakkan mobil, sopir itu membuang punting rokoknya. Dia masuk ke bis lalu melanjutkan perjalanan. Beberapa bis termasuk bis kami mengambil jalur alternatif atau ‘jalur tikus’, begitu beberapa istilah padanannya. Kami melewati pasar yang belum banyak pembelinya. Hiruk pikuk para penjual untuk menata jualannya mulai kelihatan.

Di tengah ramainya jalur itu, si sopir dengan hati-hati mengarahkan mobilnya. Di depan kami ada 3 bis dengan ukuran sama, juga ada 2 di belakang. Perjalanan ini menjadi ramai. Seolah-olah antara mereka, para sopir, sudah saling sepakat untuk berjalan beriringan. Boleh jadi memang demikian meski dengan mobil dari kelompok usaha lain.

Betapa besar perjuangan para sopir ini. Kehidupan mereka boleh dibilang terbalik dengan kehidupan manusia lain pada umumnya. Beda waktu tetapi perjuangannya tetap sama. Mereka melayani dengan segenap tenaga. Tidak gampang melaju dalam suasana gelap, malam hari, di tengah kemacetan, dan sebagainya.

Tentunya mereka sudah memilih profesi ini setelah menimbang segala risikonya. Berani memilih berani juga bertanggung jawab. Dan inilah yang sedang dibuat oleh sopir bis kami malam itu. Dia tak gubris mengemudi dalam keadaan sunyi. Tidak ada penumpang yang berbicara dengannya. Tidak ada teman sopir yang menemani. Tidak ada suara yang berbunyi selain deru mesin mobil.

Dalam kesunyian ada kosentrasi. Pak sopir menikmati keheningan ini. Kehidupan mereka seperti dunia terbalik tetapi mereka tidak membuat mobil terbalik (*kecuali kalau tidak disengaja dalam kecelakaan misalnya). Terima kasih pak, engkau telah melayani kami dalam perjalanan ini.

CPR, 30/6/2012
Gordi Afri


Post a Comment

Powered by Blogger.